Mejikuhibiniu

Mejikuhibiniu
Kerudung Keren :D

Ahlan wa Sahlan

~Bismillahirrahmanirrahim~
Selamat Datang
Terimakasih telah Berkunjung

Semoga blog ini bermanfaat bagi Anda >.<
Mohon maaf apabila banyak kekurangan

SILAHKAN DI SHARE dan DIJADIKAN REFERENSI
Kunjungi Social Network saya yang lain :

Cari Blog Ini

Rabu, 19 Desember 2012

Panduan Menyusun Karya Tulis Ilmiah


Karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Yang termasuk karangan ilmiah adalah makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian.
Ketentuan Umum
Ketentuan umum yang harus diperhatikan dalam pembuatan karangan ilmiah:
1. Kertas yang digunakan untuk mengetik karangan adalah kertas HVS berukuran kuarto (21,5 x 28 cm). Untuk kulitnya, digunakan kertas yang agak tebal.
2. Pengetikan menggunakan huruf tegak dan jelas (misalnya, Times New Roman) dengan ukuran 12.
3. Menggunakan tinta berwarna hitam.
4. Batas-batas pengetikan:
a. batas atas 4 cm;
b. batas bawah 3 cm;
c. batas kiri 4 cm; dan
d. batas kanan 3 cm.
5. Sistematika karangan ilmiah menggunakan sistematika yang berlaku secara umum.
Sistematika Karya Ilmiah
A. Bagian Pembukaan
1. Kulit Luar/Kover dan Halaman Judul
Contoh:
Yang harus dicantumkan pada kulit luar dan halaman judul karangan ilmiah adalah sebagai berikut:
a. Judul karangan ilmiah lengkap dengan anak judul (jika ada)
b. Keperluan Penyusunan
c. Nama Penyusun
d. Nama Lembaga Pendidikan
e. Nama Kota
f. Tahun Penyusunan
2. Halaman Pengesahan
Dalam halaman ini dicantumkan nama guru pembimbing, kepala sekolah, dan tanggal, bulan, tahun persetujuan.
3. Kata Pengantar
Kata pengantar dibuat untuk memberikan gambaran umum kepada pembaca tentang penulisan karangan ilmiah. Kata pengantar hendaknya singkat tapi jelas. Yang dicantumkan dalam kata pengantar adalah (1) puji syukur kepada Tuhan, (2) keterangan dalam rangka apa karya dibuat, (3) kesulitan/hambatan yang dihadapi, (4) ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu tersusunnya karangan ilmiah, (5) harapan penulis, (6) tempat, tanggal, tahun, dan nama penyusun karangan ilmiah.
4. Daftar Tabel
Tajuk Daftar Tabel dituliskan dengan huruf kapital semua dan terletak di tengah.
5. Daftar Grafik, Bagan, atau Skema
Pada dasarnya penulisannya hampir sama seperti penulisan Daftar Tabel.
6. Daftar Singkatan
Penulisan sama dengan penulisan Daftar Tabel, Grafik, Bagan, atau Skema.
B. Bagian inti
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini memuat alasan penulis mengambil judul itu dan manfaat praktis yang dapat diambil dari karangan ilmiah tersebut. Alasan-alasan ini dituangkan dalam paragraf-paragraf yang dimulai dari hal yang bersifat umum sampai yang bersifat khusus.
Misalnya, karangan ilmiah bertema “Tingkat Pencemaran
Air di Wilayah Jakarta Barat”.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang timbul akan dibahas dalam bagian pembahasan dan ini ada kaitannya dengan latar belakang masalah yang sudah dibahas sebelumnya. Permasalahan ini dirumuskan dalam kalimat-kalimat pertanyaan.
1.3 Tujuan Penulisan
Bagian ini mencantumkan garis besar tujuan pembahasan dengan jelas dan tujuan ini ada kaitannya dengan rumusan masalah dan relevansinya dengan judul. Tujuan boleh lebih dari satu.
1.4   Ruang Lingkup (Pembatasan Masalah)
Ruang lingkup ini menjelaskan pembatasan masalah yang dibahas. Pembatasan masalah hendaknya terinci dan istilahistilah yang berhubungan dirumuskan secara tepat. Rumusan ruang lingkup harus sesuai dengan tujuan pembahasan.
1.5   Landasan Teori/Kerangka Teori
Landasan teori berisi prinsip-prinsip teori yang mempengaruhi dalam pembahasan. Teori ini juga berguna untuk membantu gambaran langkah kerja sehingga membantu penulis dalam membahas masalah yang sedang diteliti.
1.6 Hipotesis
Hipotesis merupakan kesimpulan/perkiraan yang dirumuskan dan untuk sementara diterima, serta masih harus dibuktikan kebenarannya dengan data-data otentik yang ada, pada bab-bab berikutnya. Hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan sederhana, serta cukup mencakup masalah yang dibahas.
1.7  Sumber Data
Sumber data yang digunakan penulis karangan ilmiah biasanya adalah kepustakaan, tempat kejadian peristiwa (hasil observasi), interview, seminar, diskusi, dan sebagainya.
1.8  Metode dan Teknik
a. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah cara mencari data bagi suatu penulisan, ada yang secara deduktif dan atau induktif. Mencari data dapat dilakukan dengan cara studi pustaka, penelitian lapangan, wawancara, seminar, diskusi, dan lain sebagainya.
b. Teknik Penelitian
Teknik penelitian yang dapat digunakan ialah teknik wawancara, angket, daftar kuesioner, dan observasi. Semua ini disesuaikan dengan masalah yang dibahas.
1.9 Sistematika Penulisan
Sistematika Penulisan adalah suatu tulisan mengenai isi pokok secara garis besar dari bab I sampai bab terakhir atau kesimpulan dari suatu karangan ilmiah.
2. Bab Analisis/Bab Pembahasan
Bab ini merupakan bagian pokok dari sebuah karangan ilmiah, yaitu masalah-masalah akan dibahas secara terperinci dan sistematis. Jika bab pembahasan cukup besar, penulisan dapat dijadikan dalam beberapa anak bab.
3. Bab Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan yang telah diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan. Kesimpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis yang sudah dikemukakan. Yang dimaksudkan dengan saran adalah saran penulis tentang metode penelitian lanjutan, penerapan hasil penelitian, atau beberapa saran yang ada relevansinya dengan hambatan yang dialami selama penelitian.
C. Bagian Penutup
Daftar Pustaka
Tajuk daftar pustaka dituliskan dengan huruf kapital semua tanpa diberi tanda baca dan dituliskan di tengah-tengah. Dalam daftar pustaka dicantumkan semua kepustakaan, baik yang dijadikan acuan penyusunan karangan maupun yang dijadikan bahan bacaan, termasuk artikel, makalah, skripsi, disertasi, buku, dan lain-lain.
Semua acuan dalam daftar pustaka disusun menurut abjad nama pengarang atau lembaga yang menerbitkan. Jadi, daftar pustaka tidak diberi nomor urut. Jika tanpa nama pengarang atau lembaga, yang menjadi dasar urutan adalah judul pustaka.

X Sejarah - Pengertian Sejarah Menurut para ahli


Nama        : Paramita Nirmalawati / 21
Kelas         :  X – 1

Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli
1.     James Joyce : Sejarah adalah mimpi buruk yang saya coba untuk bangun
2.     GM. Trevelyan : Sejak sejarah tidak memiliki nilai benar ilmiah, tujuan tunggal adalah pendidikan. Dan jika sejarawan lalai untuk mendidik masyarakat, jika mereka gagal menjadikan bunga bijaksana di masa lalu, maka semua belajar sejarah mereka adalah warisan kecuali untuk mendidik diri mereka sendiri.
3.     Menurut "Bapak Sejarah" Herodotus, Sejarah ialah satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan peradaban.
4.     Mengikut definisi yang diberikan oleh Aristotle, Sejarah merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal dan tersusun dalam bentuk kronologi. Pada masa yang sama, menurut beliau juga Sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, rekod-rekod atau bukti-bukti yang konkrit.
5.     Menurut R. G. Collingwood, Sejarah ialah sebuah bentuk penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia pada masa lampau.
6.     Patrick Gardiner menyatakan sejarah sebagai ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
7.     Drs. Sidi Gazalba mencoba menggambarkan sejarah sebagai masa lalu manusia dan seputarnya yang disusun secara ilmiah dan lengkap meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan kefahaman tentang apa yang berlaku.
8.     SEJARAH, menurut E.H. Carr dalam buku teksnya What is History, adalah dialog yang tak pernah selesai antara masa sekarang dan lampau, suatu proses interaksi yang berkesinambungan antara sejarawan dan fakta-fakta yang dimilikinya.
9.     Menurut Muthahhari, ada tiga cara mendefinisikan sejarah dan ada tiga disiplin kesejarahan yang saling berkaitan, yaitu:
a. sejarah tradisional (tarikh naqli) adalah pengetahuan tentang
kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dan keadaan-keadaan kemanusiaan di masa lampau dalam kaitannya dengan keadaan-keadaan masa kini.
b. sejarah ilmiah (tarikh ilmy), yaitu pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau yang diperoleh melaluipendekatan dan analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau.
c. filsafat sejarah (tarikh falsafi), yaitu pengetahuan tentang perubahan-perubahan bertahap yang membawa masyarakat dari satu tahap ke tahap lain, ia membahas hukum-hukum yang menguasai perubahan-perubahan ini. Dengan kata lain, ia adalah ilmu tentang menjadi masyarakat, bukan tentang mewujudnya saja.
10. Shefer juga berpendapat bahwa Sejarah adalah peristiwa yang telah lalu dan benar-benar berterjadi.
11.Sejarah adalah ilmu pengetahuan dengan umumnya yang berhubungan dengan cerita bertarikh sebagai hasil penfsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang telah lampau atau tanda-tanda yang lain. (Muhammad Yamin)
12.Sejarah adalah ingatan pengalaman manusia. (Robert V. Daniels)
13. Semua kejadian adalah sejarah yang nyata. Sejarah dapat membantu para murid untuk memahami kebiasaan manusia pada masa lampau, sekarang, dan akan datang. (J.Banks)
14. Sejarah adalah puncak gunung pengetahuan manusia, darimana kegiatan – kegiatan di zaman kita mungkin diamati dan cocok kedalam dimensi yang tepat. (Gustafson, 1955)
15. Sejarah adalah apa umur pertama mencara dunia dari catatan yang lain. (Burckhardt, 1958)
16. Sejarah dapat berarti kejadian – kejadian atau bagian – bagian yang terjadi di masa lalu, tidak masalah pada siapa itu terjadi dan tidak masalah apakah bagian – bagian itu saling berhubungan. Lebih sering, kejaidan ini dibatasi hanya pada orang. (Nugent, 1967)
17. Dalam bukunya yang berjudul "Mukadimah", Ibnu Khldun mendefisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat. (Ibnu Khaldun)
18.Dalam bukunya berjudul " Kamus Umum Bahasa Indonesia". Poerwadarminta mengutarakan 3 pengertian. Yaitu:
Sejarah adalah kesustraan lama, silsilah, dan asal-usul.
Sejarah adalah kejadian dan perisiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Sejarah adalah ilmu pengetahuan tentang masa lampau. (W.J.S Poerwadarminta)
19. Dalam bukunya ' Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia", Moh. ali menegaskan bahwa kata sejarah mengandung arti sebagai berikut:
Sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa dalam kenyataan disekitar kita.
Cerita tentang perubahan, kejadian dan peristiwa yang merupakan realitas.
Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan, kejadian, peristiwa yang merupakan realitas. (Moh. Ali)
20. Menurutnya sejarah adalah kejadian masa lampau dan cerita tentang kejadian itu. (Taufik Abdullah)
21. Gambaran perkembangan dan kehidupan kebudayaan manusia. (Sartono Kartodirdjo)
22. Sejarah menyuguhkan fakta secara diakronis, ideografis, unik, dan empiris. Bersift diakronis karena berhubungan dengan waktu. Sejarah bersifat ideografis karena sejarah menggambarkan, menceritakan sesuatu. Bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal unik. Selain itu juga bersifat empiris artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh. (Kuntowijoyo)
23. Menurut sejarawan Baverley Southgate (1996), pengertian sejarah dapat didefinisikan sebagai “studi tentang peristiwa di masa lampau.”Dengan demikian,sejarah merupakan peristiwa faktual di masa lampau,bukan kisah fiktif apalagi rekayasa. Definisi menurut Baverley Southgate merupakan pemahaman paling sederhana. Pengertian sejarah menurut Baverley menghendaki pemahaman obyektif terhadap fakta-fakta historis. Metode penulisannya menggunakan narasi historis dan tidak dibenarkan secara analitis (analisis sejarah).
24. Menurut Benedetto Croce (1951) sejarah merupakan rekaman kreasi jiwa manusia di semua bidang baik teoritikal maupun praktikal. Kreasi spiritual ini senantiasa lahir dalam hati dan pikiran manusia jenius,budayawan, pemikir yang mengutamakan tindakan dan pembaru agama.
25. J.V Brice
Sejarah adalah catatan-catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan dan diperbuat oleh manusia.
Pengertian sejarah berbeda dengan pengertian Ilmu sejarah. Sejarah adalah peristiwa yang terjadi pada masa lalu manusia sedangkan Ilmu sejarah adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia.
26.  Ilmu pengetahuan historis (sejarah) menurut Karl Popper adalah ilmu pengetahuan yang tertarik pada peristiwa-peristiwa spesifik dan penjelasannya. Sejarah sering dideskripsikan sebagai peristiwa-peristiwa masa lalu sebagaimana peristiwa itu benar-benar terjadi secara aktual. Popper menyatakan bahwa dalam sejarah tidak teori-teori yang mempersatukan. Dalam artian, kumpulan hukum universal yang sepele digunakan dan diterima begitu saja (are taken for granted).
27. Sejarah, menurut Encarta adalah "pada pengertiannya yang luas, totalitas dari semua kejadian masa lalu,"
28. menurut Britannica "disiplin yang mempelajari rekaman kejadian secara kronologis (menyangkut negara dan
manusia) berdasarkan pengujian kritis atas materi sumber dan biasanyamenyajikan penjelasan atas penyebabnya,"
29. Sejarah menurut G.R. Elton dan Henry Pirenne berdasarkan studi displin ilmu yang bersumber pada ; 1.Filologi (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa pada naskah-naskah kuno; daun lontar, daluwang, kertas).2. Epigraf (ilmu yang mempelajari tulisan dan bahasa kuno pada batu, kayu, logam, dikenal sebagai prasasti), 3.Arkeologi (ilmu yang mempelajari benda-benda peninggalan sejarah/artefak).
30. "Sejarah adalah narasi dan penelitian kejadian masa lalu yang sinambung dansistematis." (Wikipedia)
31. “Untuk setiap mata, mungkin, dengan garis besar yang besar peradaban hadir gambar yang berbeda. Di atas lautan luas yang kita usaha, kemungkinan cara dan arah yang banyak, dan studi yang sama yang telah dilayani untuk dapat bekerja dengan mudah, di lain tangan, tidak hanya menerima perlakuan berbeda seluruhnya dan aplikasi, namun pada dasarnya mengakibatkan kesimpulan yang berbeda. ” Jacob Burckhardt
32. “Sejarah adalah saksi yang testifies ke lewat waktu; illuminates kenyataan itu, vitalizes memori, memberikan panduan dalam kehidupan sehari-hari, dan kami membawa kabar dari jaman dahulu.” Cicero
33. “Masa lalu yang tidak berguna. Itu menjelaskan mengapa ia adalah masa lalu.” Wright Morris
34. “Kesetiaan kepada kebenaran sejarah melibatkan jauh lebih dari satu penelitian, namun sabar dan teliti, menjadi fakta-fakta khusus. Semacam rinci mungkin fakta yang paling kerapian menit, namun yang naratif, diambil secara keseluruhan, mungkin unmeaning atau tidak benar. rawi yang harus berusaha untuk mengilhami dirinya dengan jiwa dan semangat waktu. Dia harus belajar dalam acara mereka Bearings dekat dan jauh; dalam karakter, kebiasaan, dan kebiasaan orang-orang yang ikut ambil bagian dalam mereka. Dia harus menjadi dirinya sendiri, karena itu, seorang pengikut atau penonton dari tindakan dia menjelaskan. ” Francis Parkman
35. “Sejarah… Memang sedikit lebih dari register dari kejahatan, follies, misfortunes dan umat manusia.” Edward Gibbon
36.“Tidak benar ada sejarah; hanya biografi.” Ralph Waldo Emerson
37. “Kajian sejarah adalah obat terbaik untuk sakit pikiran, sebab dalam sejarah Anda mempunyai catatan yang tak terbatas dari berbagai pengalaman manusia jelas ditetapkan untuk semua untuk melihat dan merekam dalam bahwa Anda dapat menemukan sendiri dan kedua negara contoh dan peringatan; denda sesuatu untuk mengambil sebagai model, hal-hal dasar dan melalui melalui busuk, untuk menghindari. ” Livy
38. “Apakah pengalaman dan sejarah-mengajar ini adalah bahwa orang dan pemerintah tidak pernah belajar apapun dari sejarah, atau bertindak pada prinsip deduced from it.” G. W. F. Hegel
39. “Semuanya harus kembali dan dipindahkan dalam rangka sejarah umum, sehingga meskipun kesulitan, paradoxes dasar dan kontradiksi, kami akan menghormati kesatuan sejarah yang juga merupakan kesatuan hidup.” Fernand Braudel
40.  “Jika anda tidak suka masa lalu, mengubahnya.” William L. Burton
41. “Sejarah tidak berbuat sesuatu, tidak memiliki banyak harta, tidak ada perjuangan perkelahian. Ia bukan manusia, yang nyata, hidup manusia, yang semuanya, memiliki, perkelahian. Ini bukan Sejarah, seolah-olah dia adalah orang yang terpisah, yang menggunakan manusia sebagai alat untuk keluar dia tujuan, namun sejarah itu sendiri tidak lain hanyalah aktivitas manusia mengejar tujuan mereka. ” Karl Marx
42. “Seorang sejarawan harus menghasilkan dirinya kepada subjek, menjadi yg terbenam di tempat dan waktu itu pilihan, berdiri selain dari sekarang dan kemudian untuk melihat segar.” Samuel Eliot Morison
43. “Sejarah adalah untuk diri manusia pengetahuan. Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui, pertama, apa itu menjadi orang; kedua, mengetahui apa yang akan jenis-jenis orang Anda, dan ketiga, mengetahui apa itu untuk menjadi orang Anda dan orang lain yang nobody. Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui apa yang dapat Anda lakukan, dan sejak tak dapat mengetahui apa yang mereka lakukan sampai mereka mencoba, satu-satunya petunjuk untuk manusia dapat melakukan apa yang telah dilakukan manusia. Nilai sejarah, maka adalah mengajarkan kepada kita bahwa apa yang telah dilakukan manusia sehingga apa yang manusia itu. ” R. G. Collingwood
44. “Sejarah adalah lebih kurang lari.” Henry Ford
45. “Itu harus memberikan sejarahwan sendiri negara istirahat, saya memberi Anda, tetapi tidak untuk negara, sehingga hal-hal bertentangan dengan kenyataan. Untuk terdapat banyak kesalahan yang dibuat oleh penulis dari ketidaktahuan, dan setiap orang yang menemukan kesulitan untuk menghindari. Tetapi jika kita sadar apa yang salah tulis, baik untuk kepentingan negara kami atau teman kami atau hanya untuk menyenangkan, apa yang ada adalah perbedaan antara kami dan penulis hack? Pembaca harus sangat penuh perhatian dan kritis dari sejarawan, dan mereka pada gilirannya akan akan selalu menjaga mereka. ” Polybius
46. “Anda memiliki sejarah yang patut diperhitungkan untuk menilai masa lalu dan menginstruksikan kontemporer dunia untuk masa depan. Yang tidak hadir mencoba untuk menghasilkan yang tinggi kantor. Ini hanya akan kirim bagaimana ia benar-benar ada.” Leopold von Ranke
47. “Waktu sangat dalam dan terus-menerus sepanjang aliran membawa pada banjir semua drowns menciptakan sesuatu dan mereka di kedalaman dari ketidakjelasan…. Tetapi kisah sejarah yang sangat kuat bentuk sokongan terhadap aliran waktu, dan pemeriksaan di beberapa ukuran nya sangat mengalir, sehingga segala sesuatu dilakukan di dalamnya, sebanyak sejarah telah diambil alih secures dan ia bersama-sama mengikat, dan tidak memungkinkan mereka untuk bepergian ke dalam abyss dari pelupaan. ” Anna Comnena
48. “Hanya yang baik-untuk-tidak ada yang tidak tertarik pada masa lalu.” Sigmund Freud
49. “Setiap masa lalu senilai condemning.” Friedrich Nietzsche
50. “Para sejarawan tidak hanya tidak datang ke dalam kesenjangan yang mencukupi dari memori. Dia terus tantangan bahkan kenangan yang bertahan utuh.” Yosef Hayim Yerushalmi
51.“Setiap usia akan mencoba untuk membentuk konsepsi sendiri dari masa lalu. Setiap usia menulis sejarah dari masa lalu lagi dengan merujuk pada kondisi paling penting dalam waktu mereka sendiri.” Frederick Jackson Turner

 Daftar Pustaka

X PLH - Celana Jeans



Proses Pembuatan Celana Jeans dan Dampaknya Terhadap Lingkungan



Nilai plus pemakaian jeans adalah modelnya yang lebih modis, lebih gaul, dan terasa lebih muda. Bahan baku utama pembuatan jeans adalah kapas. Kapas yang berkualitas banyak di tanam di Pakistan dan India. Dan para penjahit celana jeans yang terkenal banyak dari Tunisia.

Industri jeans memerlukan bahan baku jeans, yaitu kapas. Perawatan tanaman kapas memerlukan bahan kimia, agar tanaman kapas tersebut tidak terserang hama, yaitu dengan cara penyemprotan insektisida, herbisida, dan pemberian pupuk agak tanaman dapat tumbuh dengan baik. Dan yang paling utama adalah air.

Pewarnaan jeans biasa menggunakan pewarna berwarna indigo, yang berasal dari bahan kimia pula. Setelah proses pewarnaan, dilanjutkan dengan proses pemintalan benang yang telah diwarnai di campur dengan benang warna putih. Pada proses pemintalan, juga menggunakan bahan kimia agar benang – benang yang longgar dan bahan pelapisnya hilang, dengan cara menggosokkannya pada bagian yang perlu di gosok.

Setelah di warnai dan di pintal jeans akan di jahit dan di buat model tertentu. Jeans yang belel () akan semakin banyak menghasilkan limbah, karena semakin banyak bahan kimia yang di gunakan. Setalah jadi jeans, jeans tersebut di gosok dengan batu apung, proses pencarian batu apung juga akan merusak lingkungan lho! Biasanya warna jeans terlihat pudar, maka di beri bahan kimia potassium permangate. Dan pemberian detergen agar jeans terasa lembut. Kancing, paku dan resleting pada jeans di buat dari bahan tembaga yang proses penambangannya akan merusak lingkungan.

Dan langkah terakhir adalah penyetrikaan uap. Setelah itu jeans di beri label dan di pasarkan.

Masalah besar pembuatan jeans adalah apabila proses pengolahan limbah pabrik jeans tidak dapat di kelola dengan baik. Bagi merek jeans yang terkenal, maka pemasarannya akan lebih banyak, dan omset yang di dapatkan pasti tinggi, sehingga pabrik jeans tersebut bisa membeli alat pengolahan limbah yang canggih, yang hasil akhirnya hanya berupa air, sudah sedikit mengandung bahan kimia. Sedangkan merek jeans yang belum terkenal, atau merek jeans local, sulit untuk membeli alat pengolah limbah yang canggih, bahkan tidak di beli alat tersebut, karena omset yang minim. Sehingga pabrik tersebut akan membuang limbah yang belum di olah ke sungai dan saluran air, karena limbah tersebut masih terdapat banyak bahan kimianya, sungai dan saluran air pasti akan tercemar. Dan dampaknya bisa sampai ke masyarakat.

Saran – saran untuk mengurangi dampak negatif dari pemakaian celana jeans :

1. Tidak membuang celana jeans yang sudah rusak ke sembarang tempat.

2. Tidak membeli jeans yang behel.

3. Belilah barang bekas atau barang second, lebih ekonomis dan bahan kimia dari bahan jeans sudah sedikit berkurang, karena telah di pakai untuk waktu yang lama sebelumnya.

4. Belilah jeans dengan merek terkenal, karena pengelolaan limbahnya lebih ramah lingkungan.

X PKn - Tata Susunan Aturan Hukum

Tata Susunan Aturan Hukum berdasarkan :
Tap MPR no. XX tahun 1966
Tap MPR no III tahun 2000
Pasal 7 UU no 10 tahun 2004
1
Lampiran II TAP MPRS No. XX tahun 1966adalah sebagai berikut, Bentuk - Bentuk Peraturan Perundangan Republik Indonesia:
· UUD RI 1945
· Ketetapan MPR
· Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
· Peraturan Pemerintah
· Keputusan Presiden, dan;
Peraturan Pelaksanaan lainnya:
· Peraturan Menteri
· Instruksi Menteri
Sedangkan pada TAP MPR No. III tahun 2000 ;
Tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan;
1. Undang-Undang Dasar 1945
2. Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat RI
3. Undang-Undang
4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu)
5. Peraturan Pemerintah
6. Keputusan Presiden
7. Peraturan Daerah
Sedangkan pada pasal 7 Undang – undang No. 10 tahun 2004 ;
Jenis dan hierarki Peraturan Perundang-undangan adalah sebagai berikut:
a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
b. Undang - Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang;
c. Peraturan Pemerintah;
d. Peraturan Presiden;
e. Peraturan Daerah.
Pasal 7 Ayat (2)
Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e meliputi:
a. Peraturan Daerah provinsi dibuat oleh dewan perwakilan rakyat daerah provinsi bersama dengan gubernur;
b. Peraturan Daerah kabupaten/ kota dibuat oleh dewan perwakilan rakyat daerah bersama bupati/ walikota; kabupaten/ kota
c. Peraturan Desa/ peraturan yang setingkat, dibuat oleh badan perwakilan desa atau nama lainnya bersama dengan kepala desa atau nama lainnya.