Mejikuhibiniu

Mejikuhibiniu
Kerudung Keren :D

Ahlan wa Sahlan

~Bismillahirrahmanirrahim~
Selamat Datang
Terimakasih telah Berkunjung

Semoga blog ini bermanfaat bagi Anda >.<
Mohon maaf apabila banyak kekurangan

SILAHKAN DI SHARE dan DIJADIKAN REFERENSI
Kunjungi Social Network saya yang lain :

Cari Blog Ini

Senin, 01 Oktober 2012

X Kimia - Solusi dari Dampak Penggunaan Minyak Bumi



 Solusi dari Dampak Penggunaan Minyak Bumi

Oleh :
*   Devita Nurvidya
*   Nur Ismah Gitasari
*   Paramita Nirmalawati
*   Winda Pungki

X – 1
RSMABI Negeri 2 Cibinong
Jl. Karadenan 5, Karadenan Cibinong
Tahun ajaran 2010/2011
Guru Pembimbing : Dra. Ina Marlina

X Kimia - Laporan Penelitian (Reaksi Redoks)


 Laporan Penelitian Kimia
Reaksi Redoks



Oleh :
·       Muhammad Hilmy
·       Nur Ismah Gitasari
·       Paramita Nirmalawati
·       Petra Sihar S. Ds
·       Rachmawati Putri








X – 1
R-SMAN-BI 2 Cibinong
Karadenan, Cibinong

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karunia Nya maka tugas laporan penelitian kimia ini dapat kami selesaikan dengan cukup baik.
Laporan penelitian kimia ini membahas tentang reaksi redoks (reduksi oksidasi) yang menguji besi, magnesium dan seng pada larutan HCl dan CuSO4. Laporan penelitian kimia ini kami tulis selain untuk memberi pengetahuan kepada pembaca mengenai reaksi redos pada unsur – unsur tersebut, juga untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran kimia kami, Ibu Ina Marlina.
Terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya dari semua pihak yang telah membantu. Semoga pembaca dapat mendapatkan manfaat setelah membaca laporan penelitian kimia tentang reaksi redoks (reduksi oksidasi) ini.

Cibinong, Februari 2011

Penulis


Daftar Isi

Kata Pengantar ……………………………………………………………  i
Daftar Isi ………………………………………………………………….   ii
Bab I Pendahuluan ……………………………………………………….   1
          Latar Belakang …………………………………………………….    1
          Perumusan Masalah ……………………………………………….   1
          Hipotesis …………………………………………………………..    1
          Metode Pengujian Hipotesis ………………………………………   1
Bab II Eksperimen ……………………………………………………….    2
          Alat dan Bahan ……………………………………………………    2
          Prosedur / Langkah – langkah Pengerjaan ………………………..   2
Bab III Pembahasan ………………………………………………………   3
          Analisa Data ……………………………………………………….   3
          Bahan Diskusi ……………………………………………………..   3
Pengujian Hipotesis ………………………………………………..   4
Bab IV Penutup …………………………………………………………..   5
Kesimpulan ……………………………………………………….     5
Daftar Pustaka …………………………………………………………….  6



Bab I Pendahuluan

A.   Latar belakang
Reaksi redoks merupakan gabungan dari dua reaksi, yaitu reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Dalam reaksi redoks, proses oksidasi dan reduksi terjadi bersamaan. Artinya, pada suatu reaktan mengalami oksidasi, maka reaktan lainnya akan mengalami reduksi.
Ada tiga konsep yang digunakan, yaitu pengikatan – pelepasan oksigen, perpindahan elektron, dan perubahan bilangan oksidasi. Pengikatan dan pelepasan oksigen didasarkan pada kemampuan gas oksigen untuk bereaksi dengan berbagai unsure membentuk suatu oksida. Berdasarkan konsep perpindahan elektron , reduksi adalah reaksi penerimaan elektron, dan oksidasi adalah proses pelepasan elektron. Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi, oksidasi terjadi jika dalam reaksinya zat mengalami kenaikan bilangan oksidasi, dan dikatakan reduksi jika dalam reaksiinya zat mengalami penurunan bilangan oksidasi.
Pada penelitian kimia kali ini, hanya akan menguji beberapa unsur logam, yaitu besi (Fe), magnesium (Mg), dan seng (Zn). Unsur – unsur tersebut akan diuji pada larutan HCl dan CuSO4.
B.   Perumusan Masalah
Perumusan masalah penelitian kimia ini adalah :
Apakah bahan – bahan yang telah disediakan akan mengalami korosi (perkaratan) bila dilarutkan pada larutan HCl dan CuSO4?

C.   Hipotesis
Reaksi antara unsur – unsur tersebut dengan larutan – larutan masing – masing merupakan reaksi redos, karena pada reaksi – reaksi tersebut mengalami oksidasi dan reduksi, sehingga akan mengalami korosi (perkaratan).
D.   Metode Pengujian Hipotesis
Melarutkan unsur Fe pada larutan HCl, unsur Mg pada HCl, dan unsur Zn pada CuSO4.

Bab II Eksperimen

A.   Alat dan bahan
·        Tabung reaksi 6 buah
·        Larutan CuSO4 1M
·        Larutan HCl 1M
·        Besi (Fe)
·        Lempeng seng (Zn)
·        Logam magnesium (Mg)

B.   Langkah – langkah Kerja
1.     Masukkan masing – masing 2ml larutan CuSO4 , HCl ke dalam tabung reaksi.
2.     Masukkan sepoton logam Zn ke dalam larutan CuSO4 , logam Mg ke dalam larutan HCl dan Fe ke dalam larutan HCl.
3.     Amati logam dan larutan di atas, dan catat hasil pengamatan pada tabel.




Bab III Pembahasan

A.   Analisa Data
No.
Sebelum Reaksi
Perubahan Setelah Reaksi
Logam
Larutan
Pada Logam
Pada Larutan
Zat lain yang terjadi
1.
Zn
CuSO4
Berkarat
Bergelembung
ZnSO4 +Cu
2.
Mg
HCl
Larut
Bergelembung dan berasap
FeCl2 + H2
3.
Fe
HCl
Berkarat secara perlahan
Bergelembung
MgCl2 + H2

B.   Bahan Diskusi :
1.     Tulislah persamaan reaksi yang terjadi !
2.     Berdasarkan konsep reaksi redoks dan mengacu pada reaksi di atas, apakah ketiga reaksi tersebut termasuk reaksi redoks?
3.     Jelaskan manakah yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator dalam ketiga reaksi di atas!
Jawab :
1.     a. Zn + CuSO4 ® ZnSO4 +Cu
b. Fe + 2HCl    ® FeCl2 + H2
c. Mg + 2HCl   ® MgCl2 + H2
2.     ketiga reaksi tersebut merupakan reaksi redoks, karena pada ketiga reaksi tersebut mengalami perubahan biloks pada setiap unsur dan senyawanya.
3.     Oksidator : zat yang mengalami reduksi (penurunan bilangan oksidasi)
Reduktor : zat yang mengalami oksidasi (kenaikan bilangan oksidasi)
a.     Oksidator   : CuSO4
Reduktor    : Zn
b.     Oksidator   : HCl
Reduktor    : Fe
c.      Oksidator   : HCl
Reduktor    : Mg


C.   Pengujian Hipotesis
Unsur Fe pada larutan HCl, unsur Mg pada HCl, dan unsur Zn pada CuSO4 bila mengalami reaksi, reaksinya merupakan reaksi redoks, karena pada reaksi tersebut semuanya mengalami perubahan biloks, sehingga terjadi korosi.


Bab IV Penutup

Kesimpulan
Bahan – bahan yang telah disediakan akan mengalami korosi (perkaratan) bila dilarutkan pada larutan HCl dan CuSO4, karena pada saat bereaksi mengalami perubahan biloks, jadi merupakan reaksi redoks.

  
Daftar Pustaka

Justiana, Sandri. Dan Muchtaridi. 2009. CHEMISTRY for senior high school. First edition. Indonesia : Yudhistira.

Semoga Bermanfaat >.<

X Fisika - Makalah Pengukuran Besaran Turunan


FISIKA
PHYSHICS
Pengukuran Besaran Turunan
Measurement of Derived Quantity




Oleh :
By :
·         Bela Pertiwi
·         Devita Nurvidya
·         Paramita Nirmalawati
·         Winda Pungki

X – 1
R-SMAN-BI 2 Cibinong
Karadenan – Cibinong – Bogor
Tahun ajaran 2010 / 2011
School year 2010 / 2011

Kata Pengantar
Preface
Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberkati dan membantu kami, sehingga dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah tentang Pengukuran Besaran Turunan ini. Karya tulis ilmiah ini kami susun atas tugas yang di berikan oleh Bapak Sopan Sopian guru pelajaran fisika kami.
Thanks to God Almighty who has blessed and help us, so we can complete the task of writing a scientific paper about the Measurement of Derived Quantity. Scientific paper is structured for the task that is given by Mr. Sopan Sopian our physics teacher lesson.
Karya tulis ilmiah yang berjudul Pengukuran Besaran Turunan ini disusun agar dapat menambah pengetahuan pembacanya dan memberikan pengertian tentang pengukuran besaran turunan.
Scientific paper entitled Measurement of Derivate Quantity is prepared for readers to increase knowledge and provide understanding of the measurement of derived quantity.
Terimakasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan karya tulis ilmiah ini. Dan semoga pembaca dapat memahami dan dapat bertambah pengetahuannya setelah membaca karya tulis ilmiah ini.

Our gratitude goes to all those who have helped in the completion of writing of this scientific paper. And hopefully the readers can understand and can increase their knowledge after reading this scientific paper.
Cibinong, November 2010
Penulis

X Biologi - Laporan Praktikum (Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Merah)


Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Merah









Oleh :

·        Abdurrahman Faiz
·       Ade Aprilia
·       Firdaus Silabi Al-Attar
·       Massya Mareska
·       Muhammad Hilmi
·       Nur Ismah Gitasari
·       Paramita Nirmalawati


X-1
R-SMA-BI Negeri 2 Cibinong
Karadenan, Cibinong
Thn. Ajaran 2010 / 2011
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penulisan karya ilmiah Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Merah. Karya ilmiah ini kami susun berdasarkan hasil pengamatan kami terhadap tanaman kacang merah yang kami tanam di tiga pencahayaan yang berbeda.
Karya ilmiah ini kami susun untuk mengetahui perbedaan hasil akhir pertumbuhan antara tanaman yang satu dengan lainnya yang di tanam dengan pencahayaannya berbeda – beda. Antara cahaya yang terang, redup dan gelap.
Akhirnya, kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan karya ilmiah ini. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi pembacanya.


Cibinong, Agustus 2010
Penulis